BeritaInvestor.id – Di tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6,25%, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga dasar kredit (SBDK). Bahkan, PNM berencana menurunkan beban bunga bagi para penerima pembiayaan siklus atas.
Apresiasi bagi Nasabah Disiplin:
Langkah ini merupakan bentuk apresiasi bagi para nasabah PNM yang disiplin dan telah berhasil mengembangkan usahanya. Penurunan beban bunga diharapkan memotivasi mereka untuk terus berkembang.
Penurunan Suku Bunga Siklus Atas:
Arief Mulyadi, Direktur Utama PNM, menjelaskan bahwa PNM akan menurunkan siklus-siklus atas kredit, sesuai arahan holding perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Penurunan ini hanya berlaku bagi nasabah siklus atas, sedangkan suku bunga bagi nasabah siklus bawah tetap stabil.
Penyaluran Kredit Mikro Tembus Rp 49,8 Triliun:
Pada kuartal I-2024, PNM berhasil menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 49,8 triliun. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan peningkatan jumlah nasabah dan plafon kredit.
Peningkatan Kualitas Pembiayaan:
PNM juga fokus pada peningkatan kualitas pembiayaan. Pada kuartal I-2024, NPL gross PNM mencapai 1,16%. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan dan social engineering, seperti pertemuan, komunikasi, dan aktivitas kelompok masyarakat.
Target Penyaluran Kredit 2024:
Untuk tahun 2024, PNM menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 72 triliun. Target ini tidak jauh berbeda dengan realisasi tahun 2023 sebesar Rp 70 triliun. Hal ini dikarenakan adanya ketidakpastian ekonomi di nasional dan global.
Disclamer : keputusan pembelian / penjualan Saham sepenuhnya ada di tangan investor