BeritaInvestor.id – Indonesia bersiap menyelenggarakan pemilihan presiden pada tahun 2024, dan masing-masing partai pendukung telah mengumumkan calon presiden dan wakil presiden beserta pendukungnya. Pada ajang pesta demokrasi ini, terlihat bahwa para calon dan wakil presiden didukung oleh tokoh-tokoh pengusaha terkemuka. Sebagai contoh, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka didampingi oleh beberapa sosok pengusaha, termasuk Aburizal Bakrie dan Pandu Sjahrir, yang memiliki perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Aburizal Bakrie, misalnya, memiliki saham di PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Visa Media Asia (VIVA), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
Kemudian, terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP), dan keluarga Prabowo turut berpartisipasi dalam PT WIR ASIA Tbk. (WIRG). Di lingkaran Golkar, saham MKTR, milik Grup Maktour yang dipimpin oleh Fuad Hasan Masyhur, menjadi sorotan, terutama karena keterkaitannya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.
Emiten milik Pandu Sjahrir, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), juga menarik perhatian sebagai emiten terafiliasi dengan kader senior Partai Golkar, Luhut Binsar Panjaitan. Bahkan, bersama Grup PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), TOBA terlibat dalam pengembangan bisnis motor listrik Electrum yang dipimpin oleh Pandu Sjahrir. Pemilihan presiden tahun 2024 menjadi sorotan, tidak hanya dari sisi politik, tetapi juga melibatkan jejak bisnis dan dukungan pengusaha terkemuka.
Disclamer : keputusan pembelian / penjualan Saham sepenuhnya ada di tangan investor