BeritaInvestor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR), anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII), akan segera membayarkan dividen interim kepada para pemegang sahamnya. Jumlah total dividen ini mencapai Rp 2,54 triliun atau setara dengan Rp 701 per saham. Jadwal pembayaran dividen telah ditentukan, dengan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 10 Oktober lalu, dan ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 11 Oktober. Sementara cum dividen pasar tunai dilaksanakan pada 12 Oktober, dan ex dividen pasar tunai pada 13 Oktober. Tanggal pembayaran dividen ini telah ditetapkan pada 24 Oktober.
Keputusan pembagian dividen interim ini telah mendapatkan persetujuan dari direksi perseroan pada tanggal 29 September 2023. Sara K Loebis, Sekretaris Perusahaan United Tractors, menyatakan bahwa “pembagian dividen interim perseroan akan dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2023” dalam keterbukaan informasi yang baru-baru ini diumumkan.
Pada perdagangan tanggal 20 Oktober, saham UNTR ditutup di harga Rp 25.825, mengalami penurunan sebesar 0,77%. Dalam sebulan terakhir, harga saham ini telah turun sekitar 9,39%.
Pembagian dividen ini sejalan dengan pertumbuhan kinerja UNTR selama semester I-2023. Pada periode tersebut, UNTR mencatat pendapatan sebesar Rp 68,67 triliun, menunjukkan peningkatan sebesar 14% dibandingkan dengan semester I-2022 yang mencapai Rp 60,44 triliun. Laba bersih UNTR selama semester I-2023 juga mengalami kenaikan, mencapai Rp 11,21 triliun atau naik sebesar 8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,35 triliun.
Selain itu, UNTR telah melakukan ekspansi ke sektor pengolahan nikel melalui anak usahanya, PT Danusa Tambang Nusantara (DTN). Mereka telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) untuk mengakuisisi 66,67% saham PT Anugerah Surya Pacific Resources (ASPR), perusahaan induk yang bergerak di bidang pertambangan nikel dan kegiatan usaha terkait nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. UNTR akan mengeluarkan dana sebesar US$ 104,91 juta atau sekitar Rp 1,64 triliun untuk akuisisi ini.
Ekspansi yang dilakukan UNTR di sektor pengolahan nikel juga mencakup akuisisi 19,99% saham di perusahaan nikel yang terdaftar di bursa efek Australia, Nickel Industries Limited (NIC), senilai Aus$ 943 juta atau setara dengan US$ 633 juta. Upaya ini memperkuat posisi UNTR di industri nikel yang semakin penting.
Disclamer : keputusan pembelian / penjualan Saham sepenuhnya ada di tangan investor