Berita Investor
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Emiten
  • Regulator
Berita Investor
  • Home
  • Ekonomi
  • Emiten
  • Regulator
No Result
View All Result
Berita Investor
No Result
View All Result

IHSG Menguat, Bursa Asia Campur Aduk Menjelang Data Tenaga Kerja AS

by Tim Redaksi
7, March, 2025
in Emiten
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Baca:

Direktur Operasi WEGE Dwi Purnomo Mundur: RUPS Akan Finalisasi

SMMA Laba Bersih Melejit 284% Meski Pendapatan Turun di Kuartal I 2025

BeritaInvestor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang tidak stabil hari ini setelah sempat turun tajam di pagi hari. Fluktuasi IHSG ini sejalan dengan pergerakan campuran di Bursa Asia. Pada Jumat (7/3/2025), IHSG berada di level 6.644, meningkat 0,41% dibandingkan penutupan sebelumnya. Total transaksi siang ini mencapai Rp6,85 triliun, dengan 14,05 miliar saham yang diperdagangkan dan 726 ribu kali transaksi. Saham-saham teknologi, barang baku, dan properti menjadi penyumbang utama kenaikan IHSG dengan pertumbuhan masing-masing 4,77%, 3,22%, dan 1,38%. Di antara top gainers, terdapat PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) yang naik 24,9%, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang menguat 24,7%, dan PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) yang melesat 24,5%. Sebaliknya, beberapa saham mengalami penurunan yang signifikan, seperti PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang merosot 24,8% dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang turun 11,3%. Selain IHSG, beberapa bursa Asia lainnya juga mencatat penguatan, seperti PSEI (Filipina) dengan kenaikan 1,26% dan SETI (Thailand) yang naik 0,28%. Sementara itu, bursa di Tokyo, Hong Kong, dan China mengalami penurunan. Sentimen hari ini dipengaruhi oleh penantian data Job’s Report dari ekonomi Amerika Serikat, yang bisa memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga acuan The Fed. Rilis data non-Farm Payrolls diharapkan bisa membantu trader dalam menganalisis tren pasar. Gubernur The Fed, Jerome Powell, juga akan berbicara di forum kebijakan pada Jumat sore, dengan kemungkinan suku bunga yang tetap stabil. Di sisi lain, Christopher Waller, Deputi Gubernur The Fed, menyatakan tidak mendukung pemangkasan suku bunga pada Maret, namun melihat peluang pengurangan suku bunga di tahun ini. Kebijakan yang berubah-ubah dari pemerintahan bisa mempengaruhi ekonomi secara signifikan di masa mendatang.

Disclaimer: Keputusan pembelian / penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Previous Post

Cadangan Devisa Indonesia Turun, BI Sebut Penyebabnya

Next Post

iPhone 16 Siap Masuk Pasar Indonesia Setelah Sertifikasi TKDN

Next Post

iPhone 16 Siap Masuk Pasar Indonesia Setelah Sertifikasi TKDN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Home
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Hak Cipta © 2023 - Berita Investor

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Emiten
  • Regulator

Hak Cipta © 2023 - Berita Investor